K138 Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

K138 Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Ketupat adalah hidangan khas yang selalu ada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Idul Fitri sampai 5 hari berikutnya ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Hidangan atau masakan yang menggunakan bahan ketupat sebagai bahan utama, antara lain ketupat tahu (Khas Sunda), katupat kandangan (Khas Banjar), Grabag (Khas kabupaten Magelang), ketupat glabet (Khas Kota Tegal), coto makassar (Khas Makassar), lotek, serta gado-gado yang dapat dihidangkan dengan ketupat atau lontong. Ketupat juga dapat dihidangkan untuk menyertai sate, meskipun di olah menadi lontong lebih umum.

Bukan cuma di Indonesia saja, ketupat juga ada di Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam. Di Filipina juga bisa dijumpai bugnoy yang mirip ketupat namun dengan pola anyaman berbeda.

Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda dan untuk membuat sebuah ketupat tidak bisa menggunakan daun kelapa atau janur yang biasa, anda memperlukan daun kelapa atau janur yang berkualitas tinggi yaitu yang kuat, panjang dan lebar dan tentunya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Di Indonesia ada beberapa kalangan khususnya di Pulau Jawa, ada yang mempercayai ketupat digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Tetapi ada juga beberapa suku di Indonesia yang memegang tradisi untuk tidak membuat ketupat di hari biasa, sehingga ketupat hanya disajikan atau di buat sewaktu hari Raya Idul Fitri dan hingga lima hari (Jawa, sepasar) sesudahnya. Namun ada juga beberapa daerah di Pulau Jawa yang hanya menyajikan atau membuat olahan makanan dari ketupat di hari ketujuh sesudah Hari Raya Idul Fitri saja atau biasa disebut dengan Hari Raya Ketupat.

Ketupat seolah sudah menjadi tradisi pada saat Hari Raya Idul Fitri dan adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan) yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam di Pulau Jawa dan sekitarnya yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan ketupat. Kepercayaan budaya yang sudah turun temurun dan keyakinan inilah yang akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi tradisi Islami ketika ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari Kemenangan ini kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
K138 Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir Batin

K138 juga memberikan promosi berupa reload bonus 88% setiap hari selama periode promosi 

Terima Kasih